Banda Aceh – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah, ST, menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) di ruang kerjanya, Rabu (14/10/2026).
Pertemuan bertema “Ngobrol Ekonomi Aceh, Cari Solusi Bareng” tersebut membahas capaian ekonomi Aceh, dampak Otonomi Khusus (Otsus), serta langkah-langkah yang perlu diperkuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Audiensi ini diharapkan menjadi jembatan kolaborasi antara lembaga legislatif dan kalangan akademisi dalam merumuskan gagasan serta kebijakan ekonomi yang berpihak kepada masyarakat Aceh.
Dalam diskusi tersebut, Irwansyah mendorong mahasiswa agar tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga berperan aktif melalui ide dan gagasan yang dapat diwujudkan menjadi program nyata.
“Kami mendorong mahasiswa untuk ikut menyumbangkan ide dan gagasan segar yang bisa diwujudkan menjadi program nyata, bukan sekadar wacana, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Irwansyah.
Pada kesempatan itu, Ketua DPRK Banda Aceh juga menyoroti dana Otsus Aceh yang secara kumulatif telah mencapai lebih dari Rp100 triliun. Ia mendorong mahasiswa ekonomi untuk mengkaji dampak pemanfaatan dana tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, dan pengangguran.
Selain itu, Irwansyah menekankan pentingnya mempersiapkan kemandirian ekonomi Banda Aceh menjelang berakhirnya masa Otsus. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat perlu memiliki perhatian dan komitmen bersama untuk mendorong pembangunan daerah.
“Karena itu semua lini harus punya perhatian yang sama, pemikiran yang sama, kontribusi yang sama untuk membangun dan membawa Banda Aceh ke arah yang lebih baik lagi,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
Melalui audiensi ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara DPRK Banda Aceh dan kalangan mahasiswa dalam mengembangkan kajian ekonomi serta menghasilkan gagasan yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.












