BeritaParlementariaPemko Banda Aceh

REX Peunayong Kembali Beroperasi, Ketua DPRK Banda Aceh Dorong Optimalisasi Aset Pemko

5
×

REX Peunayong Kembali Beroperasi, Ketua DPRK Banda Aceh Dorong Optimalisasi Aset Pemko

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama Bupati Aceh Besar Muharram Idris, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, ST, dan Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Daniel Abdul Wahab melakukan prosesi pemotongan pita saat peresmian REX Kopi Peunayong, Banda Aceh, Selasa (22/9/2026). Foto: Dok. Humas DPRK Banda Aceh

Banda Aceh – Setelah sempat vakum, REX Peunayong, pusat kuliner legendaris di jantung Kota Banda Aceh, kembali menggeliat dengan wajah baru sebagai warung kopi modern.

Kembalinya aktivitas REX Peunayong mendapat apresiasi dari Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, ST. Ia sekaligus mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh agar aset-aset milik pemerintah yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat segera difungsikan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

REX Kopi Peunayong diresmikan pada Selasa (22/9/2026) oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Bupati Aceh Besar Muharram Idris, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, ST, serta Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Daniel Abdul Wahab.

Irwansyah mengapresiasi kembali beroperasinya REX Peunayong dengan konsep baru. Menurutnya, pemanfaatan kembali aset tersebut menunjukkan bahwa aset pemerintah dapat dikelola secara produktif melalui kolaborasi dengan pelaku usaha.

“Ke depan, aset-aset milik Pemko Banda Aceh yang masih terlantar agar dapat difungsikan. Banyak aset yang memiliki peluang untuk dikelola pihak swasta,” ujar Irwansyah.

Ia menyebut sejumlah aset yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan melalui kerja sama dengan dunia usaha, di antaranya eks Pasar Kartini, Riverwalk Krueng Aceh, rooftop Pasar Aceh, jalan beratap di depan SMPN 9, serta sejumlah lokasi lainnya.

Menurutnya, pemerintah perlu membuka lebih banyak ruang kolaborasi dengan pelaku usaha, khususnya pengusaha lokal, dalam mengoptimalkan aset daerah.

“Kita butuh pengusaha-pengusaha, apalagi pengusaha lokal, yang membuka lapangan kerja, membantu UMKM,” katanya.

Irwansyah menilai keterlibatan sektor swasta dalam pengelolaan aset pemerintah dapat mendukung optimalisasi aset sekaligus membuka lapangan kerja, memberikan ruang bagi UMKM, dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia juga melihat kehadiran REX Kopi berpotensi mendukung sektor pariwisata di kawasan Peunayong. Kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi dan akomodasi di Banda Aceh, dengan keberadaan hotel serta berbagai jenis penginapan.

Dengan kembali aktifnya REX, wisatawan yang menginap di kawasan Peunayong memiliki pilihan tambahan untuk menikmati kuliner dan suasana khas Kota Banda Aceh.

Bagi masyarakat Banda Aceh, REX bukan sekadar tempat menikmati makanan dan minuman. Selama puluhan tahun, kawasan tersebut menjadi bagian dari perjalanan dan kenangan warga, terutama sebagai salah satu pusat kuliner yang ramai pada malam hari.

Namun, seiring berjalannya waktu, aktivitas REX mengalami pasang surut. Tempat yang dahulu ramai tersebut sempat berganti pengelola hingga akhirnya mengalami kevakuman.

Kini, babak baru REX Peunayong dimulai. Pemerintah Kota Banda Aceh selaku pemilik aset membuka ruang pengelolaan kepada pengusaha lokal. REX kemudian hadir kembali dengan konsep warung kopi modern, fasilitas yang lebih representatif, serta kapasitas yang lebih besar.

Meski mengusung konsep kekinian, nama REX tetap dipertahankan sebagai identitas yang menghubungkan sejarah dan kenangan masa lalu dengan aktivitas ekonomi Kota Banda Aceh saat ini.

Kehadiran kembali REX Peunayong diharapkan dapat menghidupkan kawasan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan aset pemerintah, menggerakkan UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat daya tarik wisata kuliner di kawasan kota tua Banda Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *