Pemerintah Aceh

Dinilai Berprestasi dan Punya Rekam Jejak Matang, Azanuddin Kurnia Layak Didefinitifkan sebagai Kadistanbun Aceh

10
×

Dinilai Berprestasi dan Punya Rekam Jejak Matang, Azanuddin Kurnia Layak Didefinitifkan sebagai Kadistanbun Aceh

Sebarkan artikel ini

Banda Aceh — Rekam jejak dan kinerja positif yang ditunjukkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, S.P., M.P., IPU., ASEAN Eng., menjadikannya figur yang sangat layak untuk dilantik sebagai Kadistanbun Aceh definitif. Sejak ditunjuk oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) per 1 Maret 2026, Azanuddin dinilai berhasil membawa perubahan signifikan dan stabilitas pada sektor agraris di Serambi Mekkah.

Kelayakan Azanuddin bukan tanpa alasan. Hanya dalam waktu enam bulan menjabat, ia terbukti mampu menorehkan prestasi gemilang. Pada Agustus 2026, Azanuddin berhasil memborong dua penghargaan bergengsi sekaligus atas dedikasi dan kinerjanya.

Pertama, ia menerima penghargaan dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf pada peringatan Hari Damai Aceh XXI atas keberhasilannya memulihkan lahan pertanian pasca-bencana hidrometeorologi. Kedua, ia dianugerahi penghargaan dalam ajang bergengsi Serambi Awards 2026 yang mengusung tema “Gebrakan Sang Pemimpin”.

Banyak pengamat birokrasi dan kebijakan publik serta insan pers menilai, kepemimpinan Azanuddin yang responsif terhadap keluhan petani serta kemampuannya membangun sinergi kuat dengan Kementerian Pertanian (Kementan) menjadi modal utama. Langkah cepatnya dalam merehabilitasi puluhan ribu hektare sawah yang rusak akibat bencana dinilai sebagai bukti nyata kompetensi teknis dan manajerial yang matang.

Dengan kapasitas akademik yang menyandang gelar Doktor serta rekaman profesional yang diakui secara regional (ASEAN Eng), sudah sepatutnya Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf mempertimbangkan pengangkatan status Azanuddin dari pelaksana tugas menjadi pejabat definitif.

Definitifasi ini dinilai penting demi menjaga keberlanjutan program strategis ketahanan pangan di Aceh tanpa adanya hambatan kewenangan administratif yang biasanya melekat pada jabatan Plt. Dukungan dari internal dinas, para penyuluh, hingga kelompok tani di kabupaten/kota di Aceh juga terus mengalir, berharap kepemimpinan Azanuddin dapat terus berlanjut secara penuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *