Meureudu – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mendorong percepatan penanganan sejumlah infrastruktur sumber daya air yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Upaya tersebut disampaikan Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, saat melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, bersama sejumlah direktur di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Pidie Jaya menyampaikan sejumlah usulan penanganan infrastruktur sumber daya air. Usulan tersebut meliputi normalisasi dan pengerukan sedimentasi sungai, penanganan muara, perkuatan tebing sungai, rehabilitasi jaringan irigasi, Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), serta rehabilitasi dan peningkatan bendung.
Bupati Soroti Sedimentasi Sungai Pascabencana
Bupati Sibral Malasyi menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi telah menyebabkan sedimentasi serta perubahan kondisi alur sungai di sejumlah wilayah Pidie Jaya.
Material yang terbawa dari kawasan hulu dikhawatirkan terus mengalir dan menumpuk di bagian hilir hingga muara apabila tidak segera ditangani.
“Kami berharap usulan-usulan yang masih membutuhkan penanganan dapat dipercepat. Khususnya sedimentasi sungai pascabencana, karena jika tidak segera ditangani dapat mengurangi kapasitas aliran sungai,” kata Sibral Malasyi.
Menurutnya, penanganan sungai perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir, termasuk kawasan muara. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung proses pemulihan sekaligus mengurangi risiko terjadinya banjir kembali.
Dorong Rehabilitasi Irigasi dan Bendung
Selain penanganan sedimentasi sungai, Pemkab Pidie Jaya turut menyampaikan kebutuhan rehabilitasi jaringan irigasi, bendung, dan JIAT.
Perbaikan infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung ketersediaan air bagi masyarakat serta mempercepat pemulihan sektor pertanian yang terdampak bencana.
Dalam audiensi itu, Bupati Sibral juga mengusulkan agar pembangunan Bendungan Lhok Pineung dapat didorong menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Kami berharap usulan Bendungan Lhok Pineung dapat dikaji dan ditindaklanjuti karena memiliki fungsi penting dalam pengelolaan sumber daya air dan pengendalian banjir di Pidie Jaya,” ujarnya.
Pemkab Pidie Jaya Kawal Tindak Lanjut Usulan
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sibral Malasyi didampingi Asisten Pembangunan dan Perekonomian Orizal Safitri, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Edi Saputra, Plt. Kepala BPBD Okta Handipa, Kabid Pengairan Amir Hamzah, serta jajaran terkait.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berharap hasil koordinasi dengan Ditjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum dapat ditindaklanjuti melalui kajian teknis, verifikasi lapangan, dan penyusunan program penanganan berdasarkan kebutuhan prioritas masyarakat.
Percepatan penanganan infrastruktur sumber daya air diharapkan dapat mendukung pemulihan pascabencana, menjaga ketersediaan air, serta mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya.












