Parlementaria

Irwansyah Advokasi Bantuan Fasilitas untuk Delapan Masjid di Banda Aceh

1
×

Irwansyah Advokasi Bantuan Fasilitas untuk Delapan Masjid di Banda Aceh

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, menyerahkan bantuan perangkat pengeras suara untuk Masjid Al Falah, Gampong Neusu Jaya, Kecamatan Baiturrahman, Kamis (15/10/2026) malam. Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Banda Aceh – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, mengadvokasi bantuan fasilitas untuk delapan masjid di Banda Aceh selama dua tahun terakhir. Bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing masjid, mulai dari perangkat pengeras suara (sound system), ambal, menara, kubah, hingga tempat wudu.

Hal itu disampaikan Irwansyah saat penyerahan bantuan perangkat pengeras suara untuk Masjid Al Falah, Gampong Neusu Jaya, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis (15/10/2026) malam.

Irwansyah mengatakan, peningkatan fasilitas masjid menjadi salah satu perhatiannya selama menjalankan amanah sebagai wakil rakyat. Ia berkomitmen melanjutkan upaya tersebut agar masjid semakin nyaman dan dapat menjalankan fungsinya secara optimal di tengah masyarakat.

Pada 2025, Irwansyah mengadvokasi bantuan untuk tiga masjid, yakni Masjid Muhajirin Lamlagang, Masjid Taqwa Lhoong Raya, dan Masjid Baiturrahim Ulee Lheue.

Sementara pada 2026, bantuan fasilitas kembali diadvokasi untuk lima masjid, yaitu Masjid Tauhid Geuceu Iniem, Masjid Taqwa Seutui, Masjid Al Hasanah Geuceu Komplek, Masjid Al Falah Neusu Jaya, dan Masjid Nurul Huda Penyeurat.

“Advokasinya sesuai dengan kebutuhan masing-masing masjid, mulai dari sound system, ambal masjid, menara, kubah, hingga tempat wudu,” ujar politisi muda PKS tersebut.

Menurut Irwansyah, masjid memiliki peran penting sebagai pusat kegiatan keislaman sekaligus tempat mempererat persatuan masyarakat. Karena itu, pemenuhan fasilitas masjid bukan sekadar memenuhi kebutuhan sarana ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan peran masjid dalam kehidupan sosial.

“Kenapa masjid menjadi fokus saya? Karena kita ingin mengembalikan fungsi masjid sebagaimana pada masa Rasulullah,” katanya.

Ia menjelaskan, pada masa Rasulullah, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas masyarakat, penyelesaian persoalan umat, dan pembangunan peradaban.

Irwansyah meyakini, masjid dan meunasah yang makmur dapat mendukung terciptanya kehidupan gampong yang harmonis, memperkuat kebersamaan warga, serta membantu mencegah konflik dan kriminalitas.

Dua Masjid Terima Bantuan Sound System

Pada Kamis (15/10/2026), Irwansyah menyerahkan bantuan perangkat pengeras suara untuk dua masjid di Banda Aceh, yakni Masjid Al Hasanah di Gampong Geuceu Komplek, Kecamatan Banda Raya, dan Masjid Al Falah di Gampong Neusu Jaya, Kecamatan Baiturrahman.

Penyerahan pertama dilakukan setelah salat Asar untuk Masjid Al Hasanah Geuceu Komplek. Bantuan tersebut disalurkan melalui program Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh dan diterima Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Hasanah, Abdullah SE, sebagai perwakilan penerima hibah.

Irwansyah mengatakan, bantuan itu merupakan tindak lanjut komunikasi dengan aparatur gampong sejak 2025. Namun, bantuan baru dapat dianggarkan pada 2026 setelah melalui proses penganggaran dan pertimbangan teknis.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan rencana pengaspalan Jalan Residen Danubroto pada 2027. Menurutnya, masih banyak ruas jalan di Banda Aceh yang membutuhkan perbaikan, sementara pemerintah perlu menyesuaikan pelaksanaannya dengan berbagai prioritas pembangunan.

Ia berharap perangkat pengeras suara tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan Masjid Al Hasanah, termasuk salat berjamaah, dalail khairat, zikir, dan kegiatan keagamaan lainnya.

Selanjutnya, setelah salat Magrib, Irwansyah bersama Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Alimsyah, menyerahkan bantuan perangkat pengeras suara untuk Masjid Al Falah Neusu Jaya. Bantuan diterima oleh keuchik dan pengurus BKM Al Falah dengan disaksikan para jamaah.

Khusus untuk Masjid Al Falah, Irwansyah mengatakan bahwa dirinya menerima usulan dari keuchik setempat berdasarkan aspirasi warga yang membutuhkan perangkat pengeras suara baru untuk menunjang kenyamanan beribadah.

“Neusu Jaya ini kampung kedua saya, karena rumah dinas yang sekarang saya tempati berada di gampong ini,” ungkapnya.

DSI Apresiasi Sinergi Legislatif dan Eksekutif

Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Alimsyah S.Pd., M.S., mengapresiasi respons Ketua DPRK Banda Aceh dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat, termasuk kebutuhan fasilitas masjid di Geuceu Komplek dan Neusu Jaya.

Menurut Alimsyah, sinergi antara legislatif dan eksekutif diperlukan untuk memperkuat pelaksanaan program keagamaan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Dinas Syariat Islam terus berupaya memberikan sosialisasi dan pembinaan keagamaan sesuai dengan visi dan misi Wali Kota Banda Aceh, khususnya dalam mengembalikan ukhuwah Islamiah. Pageu Gampong juga menjadi bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan syariat Islam di tengah masyarakat,” kata Alimsyah.

Ia menambahkan, kolaborasi antara Pemerintah Kota Banda Aceh dan DPRK diharapkan dapat memaksimalkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk memperkuat kehidupan keagamaan di tingkat gampong. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *