Pemko Banda Aceh

Illiza Tutup Pelatihan Kipas Bambu, Dorong UMKM Angkat Kearifan Lokal Banda Aceh

1
×

Illiza Tutup Pelatihan Kipas Bambu, Dorong UMKM Angkat Kearifan Lokal Banda Aceh

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal bersama peserta menunjukkan kipas bambu hasil pelatihan yang dihiasi rajutan dan ornamen khas Aceh sebagai produk souvenir berbasis kearifan lokal, Sabtu (22/8/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menutup Pelatihan Inovasi dan Pengembangan Desain Produk Berbasis Kearifan Lokal yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banda Aceh di Hotel Al-Hanifi, Lampriet, Sabtu (22/8/2026).

Pelatihan pembuatan souvenir kipas berbahan bambu tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (20–22 Agustus 2026).

Mengusung tema “Pelestarian Warisan Budaya melalui Pengembangan Desain Kipas Souvenir Berbasis Motif Kota Banda Aceh”, kegiatan diikuti 20 peserta yang merupakan perwakilan dari sembilan kecamatan di Kota Banda Aceh.

Sebelumnya, proses pendaftaran dilakukan secara daring. Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, para peserta juga mendapatkan sertifikat.

Selama pelatihan, peserta yang terdiri dari perwakilan ibu-ibu Dekranasda mempraktikkan langsung pembuatan dan penghiasan kipas bambu. Mereka mengembangkan berbagai motif khas Aceh melalui rajutan benang warna-warni serta lukisan ornamen, termasuk motif Pintu Aceh.

Illiza menyambut positif pelatihan tersebut sebagai salah satu upaya mengembangkan produk kreatif yang mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas budaya daerah.

“Perkembangan modern boleh, tetapi dasar dari seni, kebudayaan dan sejarah tidak boleh hilang oleh waktu. Setiap daerah mempunyai khas adat dan budaya masing-masing,” ujar Illiza.

Perempuan Didorong Jadi Penggerak Pelestarian Budaya

Illiza juga menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya melalui keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

“Peran wanita harus bangkit untuk menjaga kelestarian budaya dan keterampilan untuk dikembangkan, demi menjaga kelestarian budaya nasional di berbagai daerah,” katanya.

Menurutnya, pengembangan kerajinan berbasis kearifan lokal tidak hanya menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Untuk meningkatkan keterampilan peserta, Dekranasda menghadirkan Darmawan, seorang perajin kipas bambu asal Yogyakarta, sebagai pemateri.

Kehadirannya diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar sekaligus menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan produk kerajinan dan usaha secara lebih kreatif.

Dekranasda Dorong UMKM Berbasis Kearifan Lokal

Dekranasda Kota Banda Aceh berkomitmen untuk terus mendukung penguatan produk UMKM yang mengangkat kearifan lokal.

Sebagai lembaga yang berfokus pada pengembangan industri kecil dan kerajinan masyarakat, Dekranasda memberikan perhatian terhadap berbagai aspek pengembangan usaha, mulai dari ketersediaan bahan baku, peningkatan keterampilan, sarana promosi, hingga perluasan pemasaran.

Melalui kegiatan pelatihan seperti ini, Dekranasda berharap semakin banyak produk kerajinan khas Banda Aceh yang mampu dikembangkan menjadi souvenir bernilai ekonomi sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan identitas budaya daerah kepada masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *