Aceh BesarPemerintah

Bupati Aceh Besar Tegaskan Dukungan Penuh untuk Pembentukan DOB Aceh Raya

6
×

Bupati Aceh Besar Tegaskan Dukungan Penuh untuk Pembentukan DOB Aceh Raya

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Besar, H Muharram Idris sampaikan sambutan dan arahan pada Rapat dan Silaturrahmi Penitia Pemekaran Aceh Besar bersama Bupati Aceh Besar di The Pade Hotel, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Senin (14/9/2026) malam. Foto: Dok. MC Aceh Besar

Kota Jantho – Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris atau Syech Muharram menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar terhadap perjuangan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Aceh Raya.

Syech Muharram optimistis peluang pemekaran Aceh Raya semakin terbuka. Karena itu, ia meminta panitia dan seluruh elemen masyarakat mempersiapkan diri untuk menghadapi momentum tersebut.

Hal itu disampaikan Syech Muharram saat bertemu dengan panitia, tokoh masyarakat, dan pengurus Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Aceh Raya di The Pade Hotel, Darul Imarah, Aceh Besar, Selasa (15/9/2026) malam.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti, S.I.Kom., Asisten I Setdakab Aceh Besar Farhan, AP., Asisten II Setdakab Aceh Besar H. M. Ali, S.Sos., M.Si., serta jajaran pengurus CDOB Aceh Raya.

Dalam arahannya, Bupati Aceh Besar meminta perjuangan pembentukan Aceh Raya tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga diperkuat melalui konsolidasi seluruh elemen masyarakat.

Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali peran pemuda, mahasiswa, dan perempuan Aceh Raya. Selain itu, tokoh masyarakat, pengusaha, serta berbagai kelompok lainnya juga diminta diberi ruang untuk terlibat dalam perjuangan tersebut.

“Saya meyakini pemekaran ini sudah tidak lama lagi. Kalau kita tidak siap, maka akan tertinggal,” tegas Syech Muharram.

Menurutnya, pemerintah pusat mulai membuka ruang komunikasi dengan daerah-daerah yang memiliki aspirasi pemekaran. Sejumlah daerah yang mengusulkan pemekaran juga telah diundang dalam agenda bersama DPR RI, DPD RI, dan Kementerian Dalam Negeri.

Syech Muharram menyebut momentum tersebut perlu dimanfaatkan Aceh untuk menyatukan suara serta membangun kolaborasi antar kabupaten/kota.

“Kita perlu berkolaborasi dengan kabupaten/kota yang lain di Aceh supaya satu suara untuk pemekaran,” ujarnya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak terkait peluang pencabutan moratorium pemekaran, termasuk anggota DPR RI M. Nasir Djamil dan jajaran Kementerian Dalam Negeri.

Ia menyebutkan, terdapat perhatian terhadap sejumlah wilayah di Aceh yang memiliki cakupan luas, termasuk Aceh Besar, agar memperoleh ruang dalam agenda pemekaran.

Syech Muharram menilai pembentukan Aceh Raya dari wilayah Aceh Besar memiliki dasar yang kuat, terutama dalam rangka mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.

Menurutnya, luas wilayah Aceh Besar selama ini menjadi salah satu tantangan dalam pembinaan gampong, pengawasan, pembangunan, dan pemerataan pelayanan dasar.

“Makanya kita layak untuk dimekarkan. Sehingga layanan dasar kepada masyarakat juga akan lebih baik,” katanya.

Oleh karena itu, Syech Muharram meminta dua unsur kepanitiaan yang selama ini bergerak, yakni panitia percepatan yang dibentuk pemerintah daerah dan panitia dari tujuh kecamatan, untuk saling membuka diri serta memperkuat koordinasi.

“Tolong buka diri, bentuk lagi pemuda, perempuan, dan mahasiswa Aceh Raya. Juga membuka diri kepada para tokoh-tokoh lain yang ingin membantu pemekaran Aceh Raya,” pintanya.

Ia turut mengajak seluruh pihak memperkuat persatuan, menghimpun dukungan, dan mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk mempercepat proses pembentukan Aceh Raya.

Menurutnya, kesiapan Aceh Raya harus dibangun secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi dokumen, tetapi juga mencakup kesiapan masyarakat dan sumber daya pendukung lainnya.

“Libatkan semua pihak untuk bersama demi percepatan pembentukan Aceh Raya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti, S.I.Kom., menyatakan dukungannya terhadap penguatan kembali peran pemuda dan mahasiswa Aceh Raya. Ia menilai generasi muda perlu kembali dilibatkan dalam perjuangan pembangunan daerah.

“Saya sepakat dengan apa yang disampaikan bahwa pemuda dan mahasiswa Aceh Raya itu harus dibentuk kembali,” katanya.

Sekretaris Aceh Raya, Teungku Helmi, menyampaikan bahwa persyaratan administratif dan studi kelayakan pembentukan Aceh Raya telah dipersiapkan dan disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri, DPD RI, dan DPR RI.

Namun, masih terdapat sejumlah hal yang perlu dituntaskan, termasuk dukungan pembiayaan dan penyelesaian sertifikat lahan untuk rencana pembangunan pusat pemerintahan Aceh Raya.

Menutup arahannya, Syech Muharram kembali menegaskan kesiapan Pemkab Aceh Besar dalam mendukung perjuangan pembentukan Aceh Raya sesuai kewenangan pemerintah daerah. Ia meminta panitia terus mematangkan seluruh persiapan agar ketika peluang pemekaran dibuka, Aceh Raya telah berada dalam kondisi siap.

Menurutnya, pemekaran merupakan bagian dari upaya mendekatkan pemerintahan, meningkatkan efektivitas pelayanan publik, dan mendorong pemerataan pembangunan.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh Raya untuk terus menjaga persatuan dan bergerak bersama dalam menyambut peluang terbentuknya daerah otonomi baru tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *