Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh menegaskan pentingnya penguatan solidaritas antar daerah dalam menghadapi bencana dan dampak perubahan iklim yang semakin meningkat.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 yang berlangsung di Banda Aceh, Selasa (21/4/2026).
Dalam forum tersebut, para kepala daerah membahas berbagai tantangan yang dihadapi kota-kota di Indonesia, khususnya terkait peningkatan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor.
Banda Aceh yang memiliki pengalaman panjang dalam penanganan bencana besar menekankan bahwa solidaritas antar kota menjadi kunci penting dalam mempercepat respons darurat dan pemulihan pascabencana.
Selain itu, perubahan iklim dinilai telah menjadi ancaman nyata yang berdampak lintas wilayah sehingga membutuhkan kerja sama yang lebih erat antar pemerintah kota.
Forum APEKSI ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman dalam penguatan sistem mitigasi bencana, peningkatan kesiapsiagaan daerah, serta penguatan kapasitas fiskal untuk mendukung penanganan kedaruratan.
Pemerintah Kota Banda Aceh berharap hasil pembahasan ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk kolaborasi nyata antar daerah dalam menghadapi situasi krisis di masa depan.












