Banda Aceh – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng, terus bergerak aktif memimpin serangkaian program strategis demi memulihkan sektor agraria dan mendongkrak ekonomi petani di tanah rencong sepanjang tahun 2026.
Berikut adalah rangkuman agenda dan kegiatan krusial terbaru dari Plt Kadistanbun Aceh:
1. Sosialisasi Potensi Ekonomi Baru dari Limbah Batang Sawit
Baru-baru ini, Azanuddin Kurnia hadir sebagai narasumber utama dalam pelatihan teknis budidaya kelapa sawit yang digelar di Banda Aceh. Dalam forum tersebut, ia memaparkan materi inovatif bertajuk “Pemanfaatan Limbah Batang Sawit sebagai Alternatif Ekonomi Baru”.
Ia menegaskan bahwa batang kelapa sawit yang telah ditebang tidak boleh dibiarkan begitu saja karena memiliki nilai jual tinggi. Salah satu potensi cuan besarnya adalah mengolah nira dari batang sawit tersebut menjadi bahan baku pembuatan gula sawit yang bernilai ekonomis bagi petani.
2. Kebut Target Pemulihan 40.852 Hektare Sawah Rusak
Menghadapi tantangan kerusakan lahan akibat bencana hidrometeorologi, Azanuddin bersikap optimistis bahwa target pemulihan 40.852 hektare sawah di Aceh dapat rampung tepat waktu tahun ini. Berdasarkan data kedinasan, realisasi konstruksi rehabilitasi, optimalisasi lahan (oplah), pengadaan irigasi perpompaan, serta jaringan irigasi tersier terus dipacu pembangunannya dengan melibatkan langsung kelompok tani di belasan kabupaten/kota.
3. Raih Penghargaan Bergengsi “Serambi Award 2026”
Berkat gebrakan transformatifnya, Plt Kadistanbun Aceh resmi dianugerahi penghargaan Serambi Award 2026 dalam kategori “Penggagas Pemanfaatan Lumpur Sawah Menjadi Batu Bata”.Penghargaan ini diberikan atas dedikasinya menciptakan solusi konkret bagi para petani yang sawahnya tertimbun material lumpur pascabencana, di mana limbah endapan tersebut justru berhasil dialihfungsikan menjadi bahan baku bangunan bernilai guna.
4. Apresiasi pada Momentum Hari Damai Aceh XXI
Keberhasilan Azanuddin dalam menata kembali sektor pertanian pascabencana juga berbuah manis pada peringatan Hari Damai Aceh XXI di Gedung Balai Meuseuraya Aceh. Ia menerima penghargaan khusus dari Gubernur Aceh atas kinerjanya yang dinilai tanggap dan taktis dalam memitigasi dampak kerugian sektor pangan di daerah rawan bencana.
5. Konsistensi Fasilitasi Pasar Tani Aceh
Di bawah arahannya, Distanbun Aceh secara rutin berkala tetap menggelar kegiatan Pasar Tani Aceh di area Expo. Agenda ini dirancang untuk memotong rantai pasok tengkulak agar para petani lokal dapat memasarkan produk holtikultura dan perkebunan mereka secara langsung kepada masyarakat dengan harga yang jauh lebih kompetitif












