Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh menjalin kerja sama dengan Kota Higashimatsushima, Jepang. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dan Wali Kota Higashimatsushima Iwao Atsumi secara daring, Rabu (26/8/2026).
Penandatanganan MoU tersebut turut diikuti Wakil Wali Kota Banda Aceh, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.
Dalam kerja sama tersebut, terdapat lima fokus utama yang akan dikembangkan kedua kota. Pertama, pengurangan risiko bencana dan peningkatan ketahanan bencana.
Kedua, pemanfaatan ekonomi lokal, termasuk dukungan terhadap kemandirian sektor perikanan, pertanian, serta berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.
Ketiga, keberlanjutan sosial dan lingkungan yang mencakup kesehatan dan kebersihan, pengurangan sampah, energi terbarukan, dan bidang terkait lainnya.
Keempat, pendidikan dan pengembangan keterampilan, termasuk peningkatan kapasitas pegawai negeri sipil. Kelima, bidang kerja sama lainnya yang disepakati oleh kedua pihak.
Dalam sambutannya, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal berharap kerja sama tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai kegiatan nyata sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat kedua kota.
“Kami berharap, apa yang kita sepakati hari ini benar-benar menjadi langkah nyata. Ada kegiatan yang kita jalankan bersama, ada pengetahuan yang kita tukarkan, dan tentu saja ada manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat kedua kota,” ujar Illiza.
Illiza mengatakan, setelah penandatanganan Letter of Intent (LoI) pada April 2026, penandatanganan MoU menjadi momentum penting untuk kembali memberikan payung hukum bagi penguatan hubungan kerja sama Banda Aceh dan Higashimatsushima.
“Memang, MoU kerja sama kita sebelumnya yang ditandatangani pada tahun 2014 telah berakhir pada tahun 2020. Tetapi persahabatan kita tidak pernah berakhir. Hubungan dan berbagai pertukaran tetap berjalan. Saya sangat bersyukur dan gembira karena kita kembali memiliki payung kerja sama yang baru,” katanya.
Menurut Illiza, MoU tersebut menjadi jembatan untuk melanjutkan semangat rekonstruksi bersama sekaligus membangun masa depan kedua kota yang lebih kuat, tangguh, dan berkelanjutan.
Kerja sama ke depan tidak hanya difokuskan pada bidang kebencanaan dan perikanan, tetapi juga berpotensi diperluas ke berbagai sektor strategis, seperti pemberdayaan ekonomi, pendidikan, pariwisata, kesehatan, pengelolaan sampah, energi terbarukan, serta bidang lainnya.
Illiza menilai pengalaman yang dimiliki Banda Aceh dan Higashimatsushima dapat saling melengkapi. Higashimatsushima memiliki pengalaman dalam membangun kota yang tangguh dan berkelanjutan, sementara Banda Aceh memiliki pengalaman, potensi, serta kekuatan masyarakat yang dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi.
“Karena itu, mari kita jadikan penandatanganan MoU hari ini bukan sebagai akhir dari sebuah proses, tetapi sebagai awal dari lebih banyak kerja nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Higashimatsushima Iwao Atsumi menyampaikan bahwa ke depan kerja sama kedua kota tidak hanya diarahkan untuk memperdalam hubungan yang telah terjalin, tetapi juga membangun kemitraan konstruktif yang dapat meningkatkan daya tarik serta potensi wilayah masing-masing.
“Sejumlah bidang menjadi fokus pengembangan kerja sama, di antaranya pencegahan dan penanggulangan bencana, promosi industri, serta pertukaran budaya dan pendidikan,” katanya.
Iwao Atsumi berharap kemitraan yang dibangun antara Higashimatsushima dan Banda Aceh dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua kota.
“Saya menyampaikan harapan yang tulus agar Kota Higashimatsushima dan Kota Banda Aceh bisa berkembang semakin maju, sehingga masa depan masyarakat kedua kota menjadi semakin cerah, sejahtera, dan bahagia,” ungkapnya.












