Banda Aceh – Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) terus mengintensifkan pembinaan calon kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) melalui kegiatan pembinaan rutin di Aula DSI Kota Banda Aceh, Minggu (23/8/2026).
Dari sejumlah cabang yang mendapatkan pembinaan, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) menjadi salah satu cabang yang mendapat perhatian khusus. Cabang tersebut diproyeksikan menjadi salah satu andalan Banda Aceh untuk meraih prestasi di ajang MTQ.
Koordinator Lapangan LPTQ Kota Banda Aceh, Ustadz Elpijar, mengatakan pembinaan KTIQ kali ini melibatkan pelatih profesional dan dewan hakim yang memiliki pengalaman di bidang tersebut.
Menurutnya, peserta tidak hanya dibekali kemampuan teknis dalam menyusun karya tulis ilmiah, tetapi juga mendapatkan penguatan mental agar lebih siap menghadapi persaingan dalam kompetisi.
“Para peserta tidak hanya mendapatkan bimbingan teknis penulisan, tetapi juga penguatan mental secara seimbang agar siap menghadapi kompetisi,” ungkap Elpijar.
KTIQ Integrasikan Al-Qur’an dengan Isu Kontemporer
Elpijar menjelaskan, KTIQ memiliki karakteristik tersendiri karena peserta dituntut mampu mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dengan berbagai persoalan dan isu kontemporer.
Peserta harus mampu menuangkan gagasan dalam bentuk karya ilmiah yang sistematis, argumentatif, serta memiliki landasan yang kuat.
Karena itu, pembinaan dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan peserta, baik dalam memahami tema, menyusun argumentasi, melakukan kajian, maupun menyajikan hasil pemikiran secara ilmiah.
LPTQ berharap proses pembinaan yang semakin intensif dapat meningkatkan kualitas calon kafilah Banda Aceh sekaligus melahirkan peserta yang mampu bersaing pada ajang MTQ.
“Dengan pembinaan yang terus diintensifkan, kami optimis dapat melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi dan berkarakter di Kota Banda Aceh,” pungkasnya.












