Pendidikan

Prof Mirza Tabrani Resmi Jadi Rektor USK Periode 2026–2031, Siap Akselerasi Transformasi Kampus

5
×

Prof Mirza Tabrani Resmi Jadi Rektor USK Periode 2026–2031, Siap Akselerasi Transformasi Kampus

Sebarkan artikel ini
Ketua MWA USK Dr. Safrizal ZA melantik Prof. Dr. Mirza Tabrani sebagai Rektor USK periode 2026–2031 di Gedung AAC Prof. Dr. Dayan Dawood, Darussalam, Senin (9/3/2026). Foto: Dok. Ist

Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) resmi memasuki periode baru kepemimpinan setelah Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., dilantik sebagai Rektor USK periode 2026–2031.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Dr. Safrizal ZA, M.Si., di Gedung Academic Activity Center (AAC) Prof. Dr. Dayan Dawood, Darussalam, Senin (9/3).

Prof. Mirza Tabrani terpilih melalui proses pemilihan Rektor USK yang digelar pada 2 Februari. Dalam pemilihan tersebut, ia memperoleh dukungan mayoritas 13 suara anggota MWA, mengungguli dua kandidat lainnya, Prof. Agussabti dan Prof. Marwan.

Dalam sambutannya, Safrizal ZA yang juga menjabat Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri menegaskan bahwa pelantikan tersebut menjadi tonggak penting bagi USK yang kini berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

“Ini bukan sekadar ritual lima tahunan. Kita sedang menavigasi kapal besar bernama Universitas Syiah Kuala ke cakrawala yang lebih luas, lebih tinggi, dan lebih bermartabat,” ujar Safrizal.

Menurutnya, status PTNBH menuntut USK memperkuat tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Safrizal juga mengingatkan posisi USK sebagai Jantong Hatee atau jantung hati rakyat Aceh. Ia meminta predikat tersebut tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui kontribusi nyata yang dapat dirasakan masyarakat Aceh.

“Jangan biarkan predikat Jantong Hatee hanya menjadi slogan seremonial. Jadikan ia denyut nyata bagi setiap anak Aceh. Semaju apa pun USK melangkah menuju World Class University, ia tidak boleh tercerabut dari akar keacehannya dan nilai-nilai Islam yang menjiwainya,” tegas Safrizal.

Sementara itu, Prof. Mirza Tabrani menyatakan komitmennya untuk mempercepat transformasi USK selama masa kepemimpinannya. Sejumlah fokus yang akan didorong meliputi penguatan tata kelola keuangan dan sumber daya manusia, peningkatan posisi USK menuju universitas kelas dunia, serta pengembangan kampus sebagai laboratorium hidup.

Ia juga menekankan pentingnya peran USK dalam menghasilkan solusi terhadap persoalan kebencanaan dan adaptasi teknologi di tengah perkembangan era disrupsi.

“Tantangan saat ini kompleks, mulai dari geopolitik hingga perubahan iklim. USK harus bertransformasi memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional melalui riset yang berbasis data,” ungkap Prof. Mirza.

Pelantikan Prof. Mirza Tabrani mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk Ikatan Alumni (IKA) USK. Latar belakangnya di bidang manajemen dan bisnis diharapkan dapat memperkuat kemampuan USK dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital, tanpa meninggalkan identitas sejarah dan nilai-nilai yang menjadi dasar perguruan tinggi tersebut.

Menutup sambutannya, Ketua MWA USK menyampaikan hadih maja, “Meuriri Ureut Jeut Taikat Beunteung, Meuriri Ureung Jeut Ta Boh Keuraja.”

Pesan tersebut mengandung makna tentang pentingnya ketepatan dalam memilih pemimpin untuk mengemban amanah besar demi masa depan USK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *