Banda Aceh – Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Senin malam (24/8/2026).
Peringatan Maulid tersebut berlangsung mulai pukul 20.15 WIB setelah salat Isya berjamaah. Kegiatan turut dihadiri Kapolda Aceh Irjen Ruddi Setiawan, Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda (Danlanud SIM) Kolonel Pnb Suryo Anggoro, Bupati Aceh Besar Muharram Idris, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, unsur Forkopimda Aceh dan Forkopimda Banda Aceh, serta sejumlah pejabat lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Sekda Aceh Taufik membacakan sambutan Gubernur Aceh Muzakir Manaf pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Dalam sambutannya, Gubernur Aceh menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk semakin mengenal, mencintai, dan terutama meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diwujudkan dengan sering menyebut nama beliau, tetapi harus tercermin melalui perilaku dan akhlak dalam kehidupan.
Rasulullah SAW, kata Gubernur, merupakan teladan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam kejujuran, kesabaran, kasih sayang, keadilan, amanah, serta penghormatan kepada sesama.
Gubernur menilai tema Maulid Nabi tahun ini, “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Mewujudkan Masyarakat Aceh yang Islami, Berakhlak Mulia dan Bersatu,” sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi Aceh saat ini.
Ia menyampaikan, pembangunan Aceh harus berjalan seiring dengan nilai-nilai Islam. Kemajuan harus dibangun dengan kejujuran dan keadilan, sementara kekuatan Aceh harus lahir dari persatuan dan kebersamaan.
Rasulullah SAW, lanjutnya, telah memberikan teladan bagaimana membangun masyarakat yang kuat bukan dengan mempertajam perbedaan, melainkan dengan memperkuat persaudaraan.
“Islam yang menjadi rahmat, akhlak yang menjadi teladan, dan persatuan yang menjadi kekuatan,” ujar Taufik saat membacakan sambutan Gubernur Aceh.
Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk terus membangun masyarakat yang Islami dan berakhlak mulia sekaligus menghadirkan pemerintahan yang amanah dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, upaya tersebut tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk ulama, pendidik, tokoh masyarakat, pemuda, orang tua, serta masyarakat Aceh secara keseluruhan.
Karena itu, peringatan Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Momentum tersebut harus menjadi ruang refleksi dan penguatan bersama untuk memperbaiki akhlak, mempererat ukhuwah Islamiah, serta menjaga persatuan dan kedamaian Aceh.
“Semoga keteladanan Rasulullah SAW mengantarkan Aceh menjadi daerah yang damai, bersatu, maju, dan sejahtera,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman juga diisi dengan sambutan Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Abu Paya Pasie.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama dan doa yang disampaikan oleh Tgk. Misran Fuadi. Peringatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan dengan dihadiri para pejabat pemerintah, unsur Forkopimda, ulama, serta masyarakat.












