Nasional

PENAS XVII Petani Nelayan di Gorontalo Kontingen Aceh Raih Dua Penghargaan

9
×

PENAS XVII Petani Nelayan di Gorontalo Kontingen Aceh Raih Dua Penghargaan

Sebarkan artikel ini

Gorontalo – Kontingen Aceh berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan yang berlangsung di Gorontalo. Hingga pertengahan pelaksanaan kegiatan, Aceh sukses meraih dua penghargaan nasional dari cabang perlombaan yang diikuti.

Prestasi tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh sekaligus Ketua Kontingen Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, didampingi Kepala Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Pertanian (PPSDMP) Distanbun Aceh, Mukhlis, SP, MA, dari Gorontalo.

“Alhamdulillah, Kontingen Aceh berhasil meraih Juara II Nasional pada Cabang Unjuk Ketangkasan dan Juara Harapan III pada Cabang Temu Karya. Untuk cabang Unjuk Ketangkasan diwakili Kabupaten Aceh Singkil, sedangkan Temu Karya diwakili Kabupaten Aceh Besar,” ujar Azanuddin, Selasa (24/6/2026).

Ia mengaku menerima laporan langsung terkait capaian tersebut dari Plt. Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Imam Munandar, STP, Kepala Dinas Pangan Aceh Singkil, Abdul Haris, SP, MM, serta Ketua KTNA Aceh, Junaidi.

Menurut Azanuddin, keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aceh dan membuktikan bahwa daerah tersebut tetap mampu bersaing di tingkat nasional.

“Prestasi ini sangat membahagiakan dan menjadi motivasi bagi kita semua. Aceh tetap bisa berkiprah dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di kancah nasional,” katanya.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Singkil, jajaran Dinas Pertanian dan Dinas Pangan setempat, KTNA, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras mengharumkan nama Aceh dalam ajang nasional tersebut.

Azanuddin menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, KTNA, petani, nelayan, hingga dukungan doa masyarakat Aceh.

“Prestasi ini jangan membuat kita cepat berpuas diri. Justru harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan sektor pertanian dan perikanan Aceh,” ujarnya.

Menurutnya, tugas besar yang masih dihadapi adalah meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di tengah berbagai tantangan, mulai dari dampak bencana alam, perubahan iklim, serangan hama dan penyakit, hingga keterbatasan anggaran.

“Kita harus terus berkolaborasi, bekerja sama, dan membangun etos kerja yang kuat. Dengan niat yang tulus dan kerja keras, Insya Allah berbagai tantangan tersebut dapat kita lalui,” kata Azanuddin.

Ia juga mengungkapkan bahwa capaian tersebut telah dilaporkan kepada pimpinan daerah melalui Sekretaris Daerah Aceh dan Asisten II Setda Aceh. Pemerintah Aceh, lanjutnya, menyampaikan apresiasi atas semangat juang kontingen yang telah membawa nama baik daerah.

“Pimpinan menyampaikan terima kasih atas kerja keras dan semangat seluruh kontingen Aceh dalam bertanding serta mengharumkan nama daerah. Prestasi ini diharapkan dapat terus berlanjut pada masa mendatang,” ujarnya.

Azanuddin menambahkan, pencapaian tahun ini melanjutkan tren positif Aceh dalam tiga penyelenggaraan PENAS terakhir. Pada PENAS XV tahun 2017 di Banda Aceh, Aceh berhasil meraih predikat Juara Umum. Sementara pada PENAS XVI di Padang, Aceh juga memperoleh sejumlah penghargaan pada berbagai kategori.

“Kini pada PENAS XVII di Gorontalo, Aceh kembali berhasil meraih prestasi nasional. Ini menunjukkan konsistensi dan kualitas SDM pertanian serta perikanan Aceh yang terus berkembang,” katanya.

Meski demikian, Azanuddin menyebut peluang meraih prestasi tambahan masih terbuka karena rangkaian kegiatan PENAS XVII Gorontalo baru akan berakhir pada 25 Juni 2026.

“Kita masih menunggu hingga penutupan. Mudah-mudahan masih ada kategori lain yang dapat diraih oleh kontingen Aceh,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Azanuddin menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Aceh, Wakil Gubernur Aceh, Sekda Aceh, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh anggota kontingen dari berbagai daerah di Aceh yang telah menunjukkan kekompakan selama mengikuti PENAS XVII.

“Kontribusi seluruh kabupaten/kota sangat berarti bagi tim Aceh. Kita hadir dengan semangat kebersamaan dan saling melengkapi. Semoga ilmu, pengalaman, dan wawasan yang diperoleh selama PENAS dapat diterapkan di daerah masing-masing sesuai kondisi alam, budaya, dan karakter masyarakat setempat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *