Pemko Banda Aceh

Pasca Lebaran, Illiza Sidak OPD Banda Aceh: Disiplin ASN Tembus 99,65 Persen

7
×

Pasca Lebaran, Illiza Sidak OPD Banda Aceh: Disiplin ASN Tembus 99,65 Persen

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal meninjau fasilitas Command Center guna memastikan kesiapan sistem pelayanan dan pengawasan berbasis digital di Banda Aceh, Rabu (25/3/2026). Foto: Dok. Ist

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada hari pertama masuk kerja pasca libur Lebaran di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh, Rabu (25/3/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan kedisiplinan aparatur serta optimalisasi pelayanan publik kepada masyarakat.

Sidak tersebut turut didampingi Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Jalaluddin, Asisten III bidang administrasi umum M. Nurdin, Kepala BKPSDM Emila Sovayana, serta sejumlah kepala SKPK lainnya.

Dalam sidak yang menyasar sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan unit pelayanan, hasilnya menunjukkan capaian yang menggembirakan. Tingkat kehadiran aparatur sipil negara (ASN) tercatat mencapai 99,65 persen dari total 6.324 pegawai yang tersebar di 44 OPD. Sementara itu, sebagian kecil ASN yang tidak hadir diketahui karena alasan sakit dan cuti sesuai ketentuan.

“Alhamdulillah, kehadiran ASN pada hari pertama kerja berada dalam kondisi yang sangat baik. Ini capaian yang patut kita apresiasi, sekaligus menjadi standar yang harus terus dijaga,” ujar Illiza.

Dalam tinjauannya, wali kota juga memastikan langsung kesiapan layanan publik, mulai dari jam operasional hingga respons petugas terhadap masyarakat. Ia menegaskan bahwa disiplin aparatur tidak hanya diukur dari kehadiran, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diberikan.

Menurutnya, momentum pasca Ramadan dan Idulfitri harus menjadi titik balik untuk memperkuat etos kerja ASN. Nilai-nilai disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab yang telah dilatih selama bulan suci diharapkan dapat terus diterapkan dalam tugas sehari-hari.

“Sidak ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi pengingat bahwa pengabdian sebagai ASN tidak boleh terputus oleh libur panjang. Kita harus kembali dengan kesiapan penuh untuk melayani masyarakat,” tegasnya.

Illiza juga menekankan bahwa Pemko Banda Aceh memiliki mekanisme tegas dalam menindak pelanggaran disiplin, mulai dari pembinaan hingga sanksi administratif. Namun demikian, pendekatan yang dikedepankan tetap mengutamakan kesadaran dan tanggung jawab individu.

Ia juga menyoroti pentingnya peran pimpinan OPD dalam menjaga budaya kerja yang disiplin dan profesional. Menurutnya, keteladanan pimpinan menjadi faktor utama dalam membentuk karakter kerja aparatur di setiap instansi.

Dalam konteks pelayanan publik, Pemko Banda Aceh terus mendorong peningkatan kualitas layanan yang lebih cepat, responsif, dan humanis. Saat ini, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) berada pada angka 85,7 dengan kategori baik dan ditargetkan meningkat ke kategori sangat baik.

Selain itu, pemanfaatan teknologi juga mulai diperkuat, seperti sistem absensi elektronik dan pengukuran kinerja berbasis digital guna memastikan transparansi dan akuntabilitas kinerja ASN.

“Disiplin itu bukan sekadar hadir tepat waktu, tetapi bagaimana waktu itu digunakan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Illiza.

Ia pun mengajak seluruh ASN menjadikan momentum pasca Lebaran sebagai awal baru untuk meningkatkan integritas dan kualitas pengabdian.

“Bekerja bukan hanya menjalankan tugas, tetapi sebagai bentuk amanah yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *