Pendidikan

Murthalamuddin Soroti Minimnya Praktik di SMK, Anggaran TKD Diminta Tepat Sasaran

9
×

Murthalamuddin Soroti Minimnya Praktik di SMK, Anggaran TKD Diminta Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini
Kadisdik Aceh Murthalamuddin menyampaikan arahan terkait pemanfaatan anggaran TKD bagi SMK Tahun 2026 di Banda Aceh. Foto: Dok. Ist

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menegur keras sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dinilai belum maksimal dalam menerapkan pembelajaran berbasis praktik.

Teguran tersebut disampaikan setelah pihaknya menemukan banyak peralatan praktik di sekolah yang tidak dimanfaatkan secara optimal dan cenderung terbengkalai.

Temuan itu diperoleh langsung saat Murthalamuddin melakukan kunjungan ke sejumlah SMK di berbagai daerah. Ia menilai sebagian besar sekolah masih belum menjadikan praktik sebagai fokus utama dalam sistem pembelajaran vokasi.

“Banyak alat praktik yang hanya disimpan, tidak digunakan secara maksimal. Ini menandakan siswa tidak cukup mendapat pengalaman praktik,” ujarnya saat kegiatan Pemanfaatan Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) bagi SMK Tahun 2026 di Aula Dinas Pendidikan Aceh.

Menurutnya, kondisi tersebut bertentangan dengan tujuan utama SMK sebagai lembaga pendidikan yang menyiapkan lulusan siap kerja. Ia menegaskan bahwa peralatan praktik seharusnya menjadi sarana utama dalam mengasah keterampilan siswa.

Murthalamuddin juga mengingatkan agar pihak sekolah tidak terjebak pada pola lama yang hanya berorientasi pada pengadaan barang. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan anggaran TKD yang tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap proses pembelajaran.

“Jangan hanya sibuk membeli, tapi lupa memastikan alat itu dipakai. Siswa harus belajar dengan praktik, bukan hanya teori,” tegasnya.

Ia menambahkan, meskipun tambahan anggaran TKD belum sepenuhnya mampu menutupi kerugian akibat bencana, penggunaannya tetap harus difokuskan pada kebutuhan inti pembelajaran.

Lebih lanjut, ia menilai SMK memiliki peran strategis dalam menekan angka kemiskinan. Dengan keterampilan yang memadai, lulusan SMK diharapkan mampu langsung masuk ke dunia kerja dan mandiri secara ekonomi.

“SMK ini adalah solusi. Kalau anak-anak kita punya skill, mereka bisa langsung bekerja dan mandiri,” katanya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan dunia industri agar kompetensi yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta yang terdiri dari pejabat, kepala sekolah, dan guru produktif juga mengikuti diskusi kelompok untuk mengidentifikasi kebutuhan prioritas di masing-masing jurusan.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan Aceh akan melakukan evaluasi terhadap kepala sekolah yang dinilai belum mampu meningkatkan mutu pembelajaran, khususnya dalam penguatan praktik di SMK.

Melalui forum ini, ditegaskan bahwa TKD 2026 bukan sekadar bantuan anggaran, melainkan instrumen strategis untuk memastikan lulusan SMK memiliki kompetensi dan kesiapan kerja yang memadai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *