Sabang – Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Aceh, Marlina Muzakir, mengajak masyarakat untuk membiasakan anak-anak mengonsumsi ikan sejak usia dini demi mendukung kesehatan dan perkembangan kecerdasan otak.
Hal tersebut disampaikan Marlina saat menyerahkan bantuan paket alat tulis dan makanan olahan berbahan ikan kepada siswa TK Negeri 11, SD Negeri 20, dan SD Negeri 22 Kota Sabang di Gampong Aneuk Laot, Kecamatan Sukakarya, Senin (11/5/2026).
Menurut Marlina, ikan merupakan sumber protein dan nutrisi penting yang sangat dibutuhkan anak dalam masa pertumbuhan.
“Ikan memiliki kandungan omega-3 dan berbagai nutrisi penting yang sangat baik untuk perkembangan otak, meningkatkan konsentrasi, daya ingat, dan menjaga daya tahan tubuh anak,” ujar perempuan yang akrab disapa Kak Na itu.
Ia mengatakan, Aceh sebagai daerah yang kaya hasil laut memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat melalui konsumsi ikan lokal.
“Tidak harus ikan mahal. Ikan lokal seperti tongkol, tuna, kembung, bandeng hingga lele juga kaya protein dan sangat baik dikonsumsi anak-anak,” katanya.
Sebagai Bunda PAUD Aceh, Marlina menilai kebiasaan makan sehat harus mulai dibangun sejak usia dini agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sehat dan cerdas.
“Kita ingin anak-anak Aceh menjadi generasi yang kuat, sehat, dan siap bersaing di masa depan. Salah satu langkah sederhananya dimulai dari pola makan sehat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Marlina juga mengajak para siswa untuk gemar makan ikan melalui pendekatan edukatif dan menyenangkan. Ia tampak berinteraksi akrab dengan anak-anak sambil memberikan pertanyaan ringan dan menguji hafalan surat pendek.
Suasana penuh keceriaan terlihat ketika para siswa antusias menjawab pertanyaan yang diberikan.
“Anak-anak Sabang hebat-hebat, hafalan surat pendeknya bagus,” kata Marlina memberi semangat kepada para siswa.
Ia menegaskan, Forikan Aceh akan terus menggalakkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Aceh.












