Banda Aceh – Antusiasme masyarakat untuk melangsungkan pernikahan di Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Banda Aceh, terus meningkat. Memasuki awal tahun 2026, tercatat 150 pasangan telah melakukan booking jadwal pernikahan di masjid kebanggaan masyarakat Aceh tersebut.
Plh Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Masjid Raya Baiturrahman, Tgk Iskandar AS S.Ag., mengatakan tingginya minat tersebut terlihat dari cepatnya pemesanan pada tanggal-tanggal tertentu, terutama tanggal cantik dan bulan-bulan favorit pernikahan.
“Untuk sementara, sudah ada sekitar 150 pasangan yang melakukan booking pernikahan untuk tahun 2026. Beberapa tanggal cantik bahkan sudah penuh,” kata Tgk Iskandar kepada Rakyat Aceh, Jum’at (2/1/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah tanggal yang telah habis dipesan antara lain 6 Juni 2026 (6-6-2026) dan 26 Juni 2026 (26-06-2026). Selain itu, bulan Syawal dan Zulhijjah juga mulai dipadati pemesanan karena faktor tradisi dan momen keagamaan.
Dalam pelaksanaannya, MRB menetapkan kuota pernikahan empat sesi per hari, kecuali hari Jumat yang dibatasi tiga sesi. Adapun dalam satu bulan, pihak pengelola tidak memberlakukan batasan jumlah pernikahan.
Tgk Iskandar menegaskan, tidak ada kebijakan baru terkait pelaksanaan pernikahan di Masjid Raya Baiturrahman pada tahun 2026. Seluruh ketentuan masih sama seperti tahun sebelumnya. Pasangan yang ingin menikah di MRB dapat mendaftar secara daring melalui laman peonpe.mrbaceh.com, dengan biaya administrasi atau donasi sebesar Rp1 juta.
Sementara itu, sepanjang tahun 2025, jumlah pasangan yang melangsungkan pernikahan di Masjid Raya Baiturrahman tercatat sebanyak 541 pasangan. Angka tersebut mengalami peningkatan 14 pasangan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 527 pasangan.
Tren pernikahan tertinggi pada 2025 terjadi pada bulan April, bertepatan dengan bulan Syawal, yang secara kultural menjadi waktu favorit masyarakat Aceh untuk menggelar pernikahan.
Menurut Tgk Iskandar, peningkatan jumlah pernikahan tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Masjid Raya Baiturrahman sebagai lokasi akad nikah yang sakral, representatif, dan memiliki nilai historis serta religius yang kuat. ***












