Banda Aceh – Rangkaian Rapat Kerja Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Banda Aceh dilanjutkan dengan kegiatan Kolaborasi Tour yang mengajak para delegasi menelusuri wisata sejarah dan kebencanaan, Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan kekayaan sejarah sekaligus potensi wisata edukasi yang dimiliki Banda Aceh, khususnya yang berkaitan dengan peristiwa tsunami 2004 dan proses pemulihan kota setelah bencana.
Para peserta diajak mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah, di antaranya Museum Aceh, Museum Tsunami Aceh, dan situs PLTD Apung yang kini menjadi ikon wisata sejarah kebencanaan di Aceh.
Di Museum Tsunami Aceh, delegasi mendapatkan penjelasan mengenai peristiwa gempa dan tsunami 2004 serta upaya rekonstruksi yang dilakukan masyarakat Aceh. Museum ini juga menjadi pusat edukasi mitigasi bencana bagi pengunjung dari berbagai daerah.
Sementara itu, kunjungan ke PLTD Apung memberikan gambaran nyata dampak dahsyat tsunami yang pernah melanda Aceh, sekaligus menjadi simbol ketangguhan masyarakat dalam bangkit dari bencana.
Ketua TP PKK Kota Banda Aceh, Dessy Maulidha, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat kunjungan wisata, tetapi juga membawa pesan edukatif dan sejarah bagi para peserta APEKSI.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa Banda Aceh memiliki sejarah yang kuat sekaligus menjadi contoh ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana,” ujarnya.
Kolaborasi Tour APEKSI 2026 ini diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan antar pemerintah kota, khususnya dalam pengembangan wisata edukatif berbasis sejarah dan kebencanaan.












