Pemerintah Aceh

Wali Nanggroe Aceh Terima Delegasi MAPIM Malaysia, Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Ekonomi

1
×

Wali Nanggroe Aceh Terima Delegasi MAPIM Malaysia, Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al Haythar bersama Presiden MAPIM Mohd. Azmi bin Abdul Hamid, Jumat (9/10/2026). Foto: Dok. Ist

Banda Aceh – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar menerima kunjungan silaturahmi delegasi Majlis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM) di Meuligoe Wali Nanggroe Aceh, Jumat (9/10/2026) sore. Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan kerja sama antara Aceh dan Malaysia di berbagai sektor, termasuk pendidikan, ekonomi, dan ketahanan pangan.

Delegasi MAPIM dipimpin langsung oleh Presiden MAPIM, Tuan Haji Mohd. Azmi bin Abdul Hamid. Rombongan turut didampingi sejumlah pengurus MAPIM, perwakilan Multiversiti MAPIM, serta perwakilan Kementerian Agama Kamboja, Dr. Hj. Ijob Aitskary. Sementara itu, Wali Nanggroe didampingi Staf Khusus, Dr. M. Raviq.

Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, menyampaikan bahwa pertemuan yang berlangsung hangat sejak pukul 17.00 WIB tersebut berfokus pada penguatan hubungan melalui peluang kolaborasi di berbagai sektor produktif.

Usai pertemuan, Presiden MAPIM Mohd. Azmi Abdul Hamid menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh Lembaga Wali Nanggroe. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat sejarah, perjuangan, dan perjalanan Aceh.

“Bismillahirrahmanirrahim. Saya pikir ini adalah satu penghormatan yang tinggi di mana kami diterima untuk berkunjung dan mendengar sendiri cerita, kisah, sejarah, perjuangan. Semuanya itu memberi inspirasi yang tinggi kepada kami,” ujar Mohd. Azmi.

Ia menjelaskan, kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, melainkan langkah awal untuk membangun kolaborasi konkret antara Malaysia dan Aceh. MAPIM berharap kerja sama dapat dikembangkan dalam sejumlah sektor strategis untuk mendukung pembangunan Aceh.

“Saya telah menyatakan bahwa kunjungan kami adalah menyatakan hasrat untuk ada kerja sama antara Malaysia dengan Aceh dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, ekonomi, pemakanan (pangan), dan sebagainya,” tambahnya.

Mohd. Azmi berharap hubungan antarlembaga dan organisasi masyarakat di Aceh dan Malaysia dapat terus berlanjut serta melahirkan berbagai program kerja sama pada masa mendatang.

“Kita mengharapkan suatu perhubungan yang berkelanjutan antara banyak organisasi di Aceh dan juga di Malaysia. Jadi itu yang saya kira pencapaian yang sangat baik, pemulaan yang sangat baik untuk kita mengadakan usaha masa depan Aceh,” pungkasnya.

Menanggapi rencana tersebut, Wali Nanggroe menyambut positif niat MAPIM untuk memperkuat hubungan dan membangun kolaborasi. Menurutnya, hubungan historis dan emosional antara Aceh dan Malaysia perlu diwujudkan melalui kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Wali Nanggroe juga menyatakan keterbukaan Aceh terhadap kolaborasi strategis, khususnya dalam pengembangan pendidikan Islam, penguatan ekonomi syariah, dan ketahanan pangan. Ia berharap rencana kerja sama tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Selain melibatkan lembaga pemerintahan dan institusi terkait, kerja sama tersebut diharapkan dapat menjangkau berbagai organisasi kemasyarakatan di Aceh dan Malaysia sehingga hubungan kedua wilayah semakin kuat dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *