Pemko Banda Aceh

Afdhal Buka Workshop Penyusunan AD/ART Balee Inong Kota Banda Aceh

3
×

Afdhal Buka Workshop Penyusunan AD/ART Balee Inong Kota Banda Aceh

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah foto bersama Kepala Dinas P3AP2KB Tiara Sutari, para narasumber, dan pengurus Balee Inong usai pembukaan Workshop Penyusunan AD/ART Balee Inong Kota Banda Aceh di Hotel Al Hanifi, Banda Aceh, Selasa (29/9/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah membuka Workshop Penyusunan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Balee Inong Kota Banda Aceh di Hotel Al Hanifi, Banda Aceh, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang digagas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Banda Aceh tersebut turut dihadiri Kepala Dinas P3AP2KB Tiara Sutari, Kabid Kesejahteraan Gender Cut Yuni Marlita, para narasumber, serta seluruh pengurus Balee Inong sebagai peserta workshop.

Dalam sambutannya, Afdhal mengatakan Banda Aceh bukan hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga pusat pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan Aceh.

Ia menyebutkan, dari 90 gampong dengan jumlah penduduk lebih dari 271 ribu jiwa, lebih dari separuh atau sekitar 136 ribu jiwa merupakan perempuan.

“Angka ini menegaskan bahwa perempuan bukanlah kelompok minoritas, melainkan pilar utama penentu kemajuan kota ini,” ujar Afdhal.

Menurutnya, keberadaan Balee Inong memiliki peran strategis dalam mendukung terwujudnya Banda Aceh yang inklusif, maju, dan sejahtera.

Karena itu, Afdhal menyampaikan tiga hal yang perlu menjadi perhatian dalam penyusunan AD/ART Balee Inong.

Pertama, penguatan kelembagaan dan legalitas. Afdhal menilai Balee Inong masih menghadapi sejumlah tantangan dalam tata kelola, salah satunya belum tersedianya pedoman operasional yang baku.

Ia mendorong agar penyusunan AD/ART dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh pengurus dan anggota.

“Jadikan AD/ART sebagai living document, pedoman kerja hidup yang benar-benar dirujuk dalam operasional, pengambilan keputusan, dan kegiatan harian, bukan sekadar arsip formalitas,” tegasnya.

Afdhal juga meminta agar AD/ART memuat ketentuan yang jelas mengenai mekanisme kerja sama dengan pihak eksternal, sehingga kemitraan dengan Pemerintah Kota Banda Aceh maupun pihak lainnya memiliki landasan yang kuat.

Kedua, pemberdayaan potensi dan kemandirian ekonomi perempuan. Menurut Afdhal, meskipun jumlah perempuan lebih dari separuh populasi kota, partisipasi ekonomi dan ruang pengembangan kapasitas di tingkat gampong masih perlu diperkuat.

Untuk itu, ia mendorong Balee Inong menjadi pusat pelatihan, literasi, dan pengembangan keterampilan praktis di setiap gampong.

Potensi usaha perempuan juga diharapkan dapat diintegrasikan dengan berbagai program pemerintah kota, lembaga keuangan, serta jaringan UMKM lokal.

“Buka akses kepemimpinan agar perempuan tidak sekadar penerima manfaat, tetapi tampil sebagai penggerak dan pembuat keputusan di gampongnya masing-masing,” kata Afdhal.

Ketiga, implementasi program dan kolaborasi multisektor. Afdhal mengatakan pemerintah memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh persoalan sosial dan perempuan apabila tidak didukung kerja sama lintas sektor.

Karena itu, setelah AD/ART disahkan, Balee Inong diharapkan segera melahirkan program konkret yang memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.

Ia juga mendorong penguatan sinergi dengan aparatur gampong, kecamatan, dunia usaha, akademisi, dan lembaga keagamaan.

“Wujudkan prinsip rumah bersama. Balee Inong adalah wadah inklusif milik seluruh perempuan Banda Aceh untuk belajar, berkarya, dan berkontribusi,” ujarnya.

Afdhal berharap workshop tersebut dapat menghasilkan AD/ART yang kokoh, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan perempuan di Kota Banda Aceh.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas P3AP2KB, para narasumber, serta panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *