EkbisPemko Banda Aceh

Banda Aceh Jadi Lokasi Garuda Spark Innovation Hub Komdigi RI, Dorong Ekonomi Digital

2
×

Banda Aceh Jadi Lokasi Garuda Spark Innovation Hub Komdigi RI, Dorong Ekonomi Digital

Sebarkan artikel ini
Perwakilan Komdigi RI, Pemerintah Kota Banda Aceh, Telkom AI Center, serta komunitas digital berfoto bersama usai pembahasan rencana peluncuran Garuda Spark Innovation Hub 2026, Selasa (9/10/2026). Foto: Dok. Diskominfotik Banda Aceh

Banda Aceh – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI bersama Pemerintah Kota Banda Aceh akan menghadirkan Garuda Spark Innovation Hub (GSH) pada semester kedua tahun 2026.

Program ini disiapkan sebagai ruang kolaborasi terpadu yang mempertemukan startup, komunitas teknologi, akademisi, investor, pelaku usaha, serta pemerintah dalam satu ekosistem pengembangan inovasi digital.

Perwakilan Komdigi RI, Farhan, menyebut Banda Aceh memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital. Ia menilai ekosistem yang sudah terbentuk di kalangan komunitas, startup, dan perguruan tinggi perlu diperkuat melalui wadah kolaboratif yang lebih terintegrasi.

“Potensi di Banda Aceh sangat menjanjikan. Aktivitas komunitas, startup, dan kampus sudah berjalan aktif, tinggal diperkuat dengan koneksi ekosistem yang lebih solid,” ujarnya dalam pertemuan dengan komunitas digital, Selasa (9/6/2026).

Ia menegaskan, Garuda Spark Innovation Hub akan menjadi platform yang menghubungkan berbagai pihak agar inovasi dapat berkembang lebih cepat dan berdampak pada ekonomi daerah.

Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah masih terbatasnya konektivitas antara pelaku inovasi, industri, dan institusi pendukung.

Sementara itu, Manager Telkom AI Center, Jurnalis, menilai talenta digital di Aceh memiliki kualitas yang kompetitif. Banyak generasi muda Aceh telah menguasai teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Namun demikian, penyerapan tenaga kerja di sektor industri masih menjadi tantangan sehingga sebagian talenta memilih jalur freelance atau bekerja di luar daerah.

“Skill anak muda Aceh sangat bagus, bahkan kompetitif. Tantangannya ada pada penyerapan industri yang belum optimal,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir, mengatakan program Garuda Spark Innovation Hub akan dipusatkan di Gedung Banda Aceh Academy (BAA) kawasan Blanggadang.

Gedung tersebut akan difungsikan sebagai pusat aktivitas komunitas digital, startup, dan pengembangan inovasi teknologi di Banda Aceh.

“Harapannya ini menjadi ruang kolaborasi baru yang membuka peluang usaha sekaligus menghubungkan talenta digital Aceh dengan pasar yang lebih luas,” katanya.

Dengan hadirnya Garuda Spark Innovation Hub, diharapkan Banda Aceh semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu kota yang aktif mengembangkan ekosistem digital di wilayah barat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *