DaerahEkbisLingkunganPemerintah Aceh

Plt Kadistanbun Aceh Usulkan Lumpur Pascabencana Diolah Jadi Batubata, Solusi Inovatif Pemulihan Lingkungan

7
×

Plt Kadistanbun Aceh Usulkan Lumpur Pascabencana Diolah Jadi Batubata, Solusi Inovatif Pemulihan Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Plt Kadistanbun Aceh, Dr. Azanuddin Kurnia, saat memberikan paparan terkait inovasi pengelolaan lumpur pascabencana menjadi bahan baku batubata, Jumat (29/5/2026). Foto: Dok. Ist

Banda Aceh – Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, Dr. Azanuddin Kurnia, mengusulkan terobosan inovatif dalam penanganan dampak pascabencana di Aceh, yakni dengan memanfaatkan lumpur sisa banjir atau material endapan menjadi bahan baku batubata ramah lingkungan.

Menurutnya, material lumpur yang selama ini dianggap limbah dan tidak bernilai ekonomis sebenarnya memiliki potensi untuk diolah menjadi produk konstruksi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan kembali wilayah terdampak bencana.

“Inovasi ini bukan hanya soal pengelolaan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat terdampak bencana,” ujar Azanuddin dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, pemanfaatan lumpur menjadi batubata dapat menjadi solusi ganda, yakni mengurangi dampak pencemaran lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dari material yang sebelumnya tidak dimanfaatkan.

Selain itu, gagasan tersebut juga diharapkan dapat mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku industri untuk mengembangkan teknologi pengolahan material pascabencana yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Azanuddin menegaskan bahwa inovasi semacam ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun ketahanan lingkungan serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh.

“Dengan pendekatan inovatif, kita berharap penanganan pascabencana tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Usulan ini diharapkan dapat menjadi perhatian berbagai pihak untuk dikaji lebih lanjut sebagai salah satu solusi pengelolaan material pascabencana di Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *