ParlementariaPendidikan

Ketua DPRK Banda Aceh Dorong Mahasiswa Samatiga Jadi Generasi Percaya Diri dan Berdaya Saing

4
×

Ketua DPRK Banda Aceh Dorong Mahasiswa Samatiga Jadi Generasi Percaya Diri dan Berdaya Saing

Sebarkan artikel ini
DPRK Banda Aceh Irwansyah ST memberikan motivasi kepada pengurus Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Samatiga (IPMS) Cabang Banda Aceh periode 2025–2027 di Rumah Dinas Ketua DPRK Banda Aceh, Minggu (10/5/2026). Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Banda Aceh – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, memberikan motivasi kepada pengurus Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Samatiga (IPMS) Cabang Banda Aceh periode 2025–2027.

Kegiatan pelantikan pengurus IPMS tersebut berlangsung di Rumah Dinas Ketua DPRK Banda Aceh, Ahad (10/5/2026), dan dihadiri sekitar 150 peserta yang terdiri dari pengurus serta mahasiswa asal Kecamatan Samatiga, Aceh Barat.

Pelantikan pengurus IPMS dilakukan oleh Camat Samatiga, Khairul Diansyah Putra, S.STP. Dalam kegiatan itu turut hadir sejumlah tokoh Samatiga, di antaranya Guru Besar USK Prof. Muhammad Dirhamsyah, Ketua PB IPMS Afrizal A Rasyid, para tokoh masyarakat, aktivis pemuda dan mahasiswa, serta para keuchik di Kecamatan Samatiga.

Pengurus IPMS yang dilantik yakni Alma Rifqi Akhyar sebagai Ketua Umum, Muhammad Arif Rahmatullah sebagai Wakil Ketua Umum, Putri Rani Lukusra sebagai Sekretaris Umum, serta Al Mutia sebagai Bendahara Umum.

Dalam arahannya, Irwansyah menekankan pentingnya rasa percaya diri bagi mahasiswa perantau. Ia meminta agar mahasiswa tidak merasa rendah diri karena berasal dari daerah, sebab setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ditentukan oleh kerja keras, kedisiplinan, kejujuran, dan kemauan untuk terus belajar.

“Selama kita mau bekerja keras, jujur, dan disiplin, maka anak daerah pun bisa bersaing bahkan lebih unggul,” ujarnya.

Irwansyah juga mengingatkan mahasiswa IPMS untuk menjaga nama baik daerah asal serta menjauhi perilaku yang dapat mencoreng citra pelajar perantau, terutama di tengah penegakan aturan dan syariat Islam di Kota Banda Aceh.

Selain itu, ia mengajak mahasiswa untuk menjadikan Banda Aceh sebagai ruang bersama yang harus dijaga dan dirawat, termasuk dengan berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan menjaga ketertiban lingkungan.

“Banda Aceh ini rumah kita bersama. Kalau ada yang kurang baik, kita perbaiki bersama,” katanya.

Irwansyah juga menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga kontribusi sosial di tengah masyarakat.

Di akhir sambutannya, ia mengutip nilai keislaman tentang hijrah sebagai bentuk perjuangan dalam menuntut ilmu dan mencari kehidupan yang lebih baik.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh keakraban dan diharapkan dapat memperkuat solidaritas mahasiswa Samatiga di perantauan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *