Banda Aceh – Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, mengimbau masyarakat Aceh untuk tetap tenang dan menjaga persatuan di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang terus berkembang.
Ia menilai, ketidakpastian situasi dunia saat ini, termasuk konflik di sejumlah kawasan, berdampak pada stabilitas energi, harga komoditas, hingga kemampuan fiskal negara dalam menjaga layanan publik.
Melalui Kabag Kerjasama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, disampaikan bahwa kondisi global tersebut juga turut memengaruhi Indonesia, termasuk Aceh.
“Dalam situasi seperti ini, kebijakan publik sangat dipengaruhi oleh dinamika global yang bergerak cepat,” ujar Wali Nanggroe.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap kebijakan daerah, termasuk penyesuaian Program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), yang dilakukan sebagai upaya menjaga keberlanjutan layanan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan terpisah, Wali Nanggroe menerima kunjungan Anggota DPR RI Komisi XII, Irsan Sosiawan Gading, bersama Wakil Ketua I DPRA Saifuddin Muhammad di Meuligoe Wali Nanggroe pada 21 April 2026. Pertemuan tersebut membahas isu ketahanan energi nasional dan peran strategis Aceh dalam mendukungnya.
Menurutnya, Aceh memiliki potensi besar di sektor energi yang dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan daerah sekaligus nasional.
“Kontribusi Aceh dalam sektor energi menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pasokan nasional,” katanya.
Wali Nanggroe juga menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan global.
Ia mengajak masyarakat menjadikan situasi ini sebagai momentum untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan energi di Aceh.
“Aceh punya pengalaman panjang menghadapi berbagai tantangan. Dengan kebersamaan, kita bisa terus melangkah maju,” ujarnya.












