Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya dalam pelaksanaan rekrutmen Taruna-Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 dengan mengedepankan prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.
Proses seleksi dipastikan berjalan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan, guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Asisten Kapolri Bidang SDM, Irjen Pol Anwar, menyampaikan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif serta berada dalam pengawasan ketat, baik internal maupun eksternal.
Ia menegaskan bahwa rekrutmen Taruna-Taruni Akpol 2026 hanya dilakukan melalui satu jalur, yakni jalur reguler. Tidak terdapat jalur khusus, kuota tertentu, maupun praktik titipan dalam bentuk apa pun.
“Semua peserta memiliki kesempatan yang sama. Penentuan kelulusan sepenuhnya berdasarkan hasil seleksi,” ujar Irjen Pol Anwar.
Rekrutmen ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mempersiapkan calon pemimpin masa depan yang adaptif, komunikatif, serta mampu menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan.
Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menambahkan bahwa pengawasan publik terus diperkuat, termasuk melalui penyediaan kanal pengaduan yang mudah diakses masyarakat.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan indikasi praktik penipuan atau percaloan dalam proses rekrutmen.
Laporan dapat disampaikan melalui layanan pengaduan Divisi Propam Polri, hotline rekrutmen di nomor 0821-1685-877, serta melalui Bareskrim Polri maupun kantor kepolisian terdekat.
Polri turut mengajak masyarakat untuk ikut mengawal proses rekrutmen ini agar tetap bersih dan transparan, sehingga mampu menghasilkan calon perwira terbaik bagi institusi.












