TNI - Polri

Kodim 0108/Agara Cor Pondasi Jembatan Gantung Penghubung Antar Desa, di Aceh Tenggara Progres Pembangunan Capai 34,4 Persen

2
×

Kodim 0108/Agara Cor Pondasi Jembatan Gantung Penghubung Antar Desa, di Aceh Tenggara Progres Pembangunan Capai 34,4 Persen

Sebarkan artikel ini

Aceh Tenggara – Komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan kembali diwujudkan melalui keterlibatan aktif Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara dalam pembangunan jembatan gantung penghubung antar desa dan antar kecamatan di Desa Kuning Abadi, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara. Bersama masyarakat setempat, Babinsa melaksanakan kegiatan gotong royong pengecoran pondasi jembatan yang menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan, Sabtu (20/06/2026).

Sejak pagi hari, suasana penuh semangat dan kebersamaan terlihat di lokasi pembangunan. Babinsa bersama warga bergotong royong mengangkut material, menyiapkan adukan cor, merangkai besi tulangan, hingga melakukan pengecoran pondasi yang nantinya akan menjadi struktur utama penyangga jembatan. Kegiatan tersebut berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme, mencerminkan kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.

Pembangunan jembatan gantung ini merupakan salah satu proyek infrastruktur yang sangat dinantikan masyarakat. Keberadaannya diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai kendala akses transportasi yang selama ini dihadapi warga, terutama ketika musim penghujan tiba dan debit air sungai meningkat sehingga menyulitkan mobilitas masyarakat antar desa maupun antar kecamatan.

Babinsa yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut, Serka Mulyono, mengatakan bahwa hingga saat ini pembangunan jembatan gantung telah mencapai progres sekitar 34,4 persen. Menurutnya, berbagai tahapan pekerjaan terus dilaksanakan secara bertahap dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi agar jembatan yang dibangun nantinya benar-benar kokoh, aman, dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

“Pengecoran pondasi merupakan salah satu tahapan yang sangat penting dalam pembangunan jembatan karena menjadi dasar penyangga utama konstruksi. Oleh sebab itu, pekerjaan ini harus dilakukan dengan teliti dan sesuai dengan standar teknis yang telah ditetapkan. Kami bersama masyarakat terus berupaya agar setiap tahapan pembangunan berjalan dengan baik sehingga target penyelesaian dapat tercapai,” ujar Serka Mulyono.

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus wujud nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah binaan. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan motivasi, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta memperkuat budaya gotong royong yang telah menjadi warisan luhur bangsa Indonesia.

“Kami sebagai aparat kewilayahan akan selalu hadir dan berupaya membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan warga. Pembangunan jembatan ini bukan hanya tentang membangun sarana fisik, tetapi juga membangun kebersamaan, kekompakan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Serka Mulyono menuturkan bahwa jembatan gantung yang sedang dibangun tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas masyarakat. Selain memperlancar akses transportasi antar desa dan antar kecamatan, keberadaan jembatan juga akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian warga.

Selama ini, masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pekebun kerap menghadapi kendala dalam mengangkut hasil panen menuju pasar atau pusat distribusi. Dengan adanya jembatan yang lebih aman dan layak, proses distribusi hasil pertanian dan perkebunan akan menjadi lebih cepat dan efisien sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat.

Tidak hanya itu, keberadaan jembatan juga akan mempermudah akses masyarakat menuju fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pusat pemerintahan, serta berbagai sarana umum lainnya. Anak-anak sekolah akan lebih mudah menjangkau tempat belajar, sementara masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan dapat melakukan perjalanan dengan lebih aman dan cepat.

Partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan juga menjadi salah satu faktor utama yang mendukung kelancaran pekerjaan. Warga Desa Kuning Abadi dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab turut membantu berbagai pekerjaan di lapangan, mulai dari persiapan material, pengangkutan besi tulangan, perakitan konstruksi, hingga pengecoran pondasi.

Kebersamaan yang terjalin selama pelaksanaan kegiatan tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga semakin mempererat hubungan antara masyarakat dan aparat TNI. Kehadiran Babinsa yang selalu berada di tengah-tengah warga memberikan motivasi tersendiri bagi masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dalam membangun desa.

Salah seorang warga Desa Kuning Abadi, Imam (50), menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada TNI, khususnya Babinsa yang selama ini aktif mendampingi masyarakat dalam proses pembangunan jembatan tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak-bapak TNI, khususnya Babinsa yang setiap hari ikut bekerja bersama masyarakat dalam pembangunan jembatan ini. Jembatan ini sangat kami nantikan karena akan mempermudah akses warga menuju desa lain, memperlancar aktivitas sehari-hari, serta mempercepat pengangkutan hasil pertanian. Kehadiran TNI memberikan semangat bagi kami untuk terus bergotong royong demi kemajuan desa. Semoga pembangunan jembatan ini berjalan lancar dan segera dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh masyarakat lainnya yang menilai pembangunan jembatan tersebut akan membawa perubahan besar bagi kehidupan warga. Dengan akses yang lebih baik, berbagai aktivitas sosial dan ekonomi diharapkan dapat berkembang lebih pesat sehingga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Melalui semangat gotong royong yang terus terpelihara serta sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat, pembangunan jembatan gantung penghubung antar desa dan antar kecamatan di Desa Kuning Abadi diharapkan dapat selesai tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan. Kehadiran jembatan tersebut nantinya tidak hanya menjadi sarana penghubung fisik antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, kepedulian, dan komitmen bersama dalam membangun daerah menuju kehidupan masyarakat yang lebih maju, aman, dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *