Banda Aceh – Wali Nanggroe Aceh kembali mengingatkan pentingnya arah pembangunan yang tidak semata-mata berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan pemulihan sosial serta pelestarian adat istiadat.
Ia menilai, selama ini pembangunan fisik memang menunjukkan kemajuan, namun belum sepenuhnya diimbangi dengan penguatan nilai sosial dan budaya masyarakat. Padahal, kedua aspek tersebut menjadi pondasi penting dalam menjaga stabilitas dan identitas Aceh.
Dalam pernyataannya, Wali Nanggroe menegaskan bahwa adat Aceh bukan hanya simbol budaya, melainkan juga berperan sebagai pedoman dalam kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan yang berkelanjutan harus mampu mengintegrasikan nilai adat dalam setiap kebijakan.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pemulihan sosial sebagai bagian dari proses pembangunan, terutama dalam memperkuat kembali solidaritas dan keharmonisan di tengah masyarakat.
Ia pun mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, untuk bersama-sama memastikan bahwa pembangunan Aceh berjalan secara menyeluruh, tidak timpang, dan tetap berpijak pada nilai-nilai lokal.
Dengan demikian, pembangunan yang dilakukan diharapkan tidak hanya menghasilkan kemajuan fisik, tetapi juga memperkuat karakter dan jati diri masyarakat Aceh.












